Blogger Widgets Cerpen - Remaja Berprestasi

Cerpen




MAIDA dan MESIR

            Maida adalah anak kedua dari keluarga yang terbilang sederhana, ia tinggal di selajari bersama ayah,ibu dan kakaknya, ia anak yang  cerdas dengan segudang pengetahuannya apalagi dalam ilmu agama. Bulan ini adalah bulan dimana ia harus  mengkuti ujian nasional untuk menentukan kelulusan, maidaharus belajar mati-matian demi mendapatkan nilai yang bagus. Ada satu hal yang maida inginkan setelah ia lulus SMA ia ingin kuliah di Kairo, Mesir. Maida memliki keinginan itu karena ia mendengar bibinya bercerita bahwa kuliah di Kairo berkesan apalagi disana mendalami ilmu agama, bibinya bercerita seperti itu karena bibinya juga seorang sarjana dari Universitas Al-Azhar di Kairo.
            “Ibu boleh maida meminta sesuatu?” ia bertanya pada ibunya sebelum berangkat sekolah untuk mengikuti ujian nasional. “boleh, memang mai mau meminta apa?” kata ibunya. “tidak jadi ibu, nanti saja pulang sekolah maida beri tahu, sekarang maida berangkat dulu takut kesiangan”. Maida rasa ini bukan waktu yang tepat untuk membicarakan kenginannya, terlebih lagi harus berangkat sekolah rasanya tidak enak kalau harus kesiangan di hari pertama Ujian Nasional. Soal ujian  maida kerjakan dengan jujur dalam artian tidak mencotek, mungkin setelah pulang sekolah ia akan berbicara pada ibunya soal keiinginannya.
            “Assalamualaikum, ibu maida pulang”, seru maida setelah masuk dalam rumah. “mari ke sini ibu sudah masak, makan dulu!”,  maida kira tidak ada siapa-siapa dirumah ternyata ada ibunya. Setelah selesai makan maida dan ibunya menonton televisi diruang tamu, ini waktu yang tepat untuk memberitahu ibu pikir maida. “ibu soal keinginan maida,,umm maida ingin meminta izin pada ibu dan ayah untuk kuliah di Kairo, apa ibu mengizinkan?”, maida berbicara sambil menunduk. “punya uang dari mana ibu? Untuk makan saja sudah kurang”, sepertinya ibu maida tidak mengijinkan, ibunya masuk ke kamar tanpa menghiraukan maida.
            Ibu maida keluar kamar setelah memikirkan keinginan maida, ibunya pikir akan lebih baik jika mendengarkan dulu penjelasan maida. Maida yang sedang menatap layar televisi tidak menyadari ibunya keluar dari kamar, ia baru menyadari ketika ibunya memanggilnya “maida, untuk yang tadi coba jelaskan lebih lanjut pada ibu!”, pinta ibunya. “jadi begini, maida meminta ijin pada ibu dan ayah untuk mengikuti beasiswa untuk kuliah di universitas Al-Azhar seperti bibi dulu”, jelas maida. “ohhh”, ibunya hanya ber oh ria. “jadi bagaimana? Ibu mengijinkan?”. “kalau begitu ibu mengijinkan tapi ibu tidak tahu ayah mengijnkan atau tidak”, jelas ibunya, maida senang ibunya mengijinkan, untuk ayahnya maida akan bertanya setelah ayahnya pulang bekerja.
            Ayah maida pulang bekerja sekitar pukul 19.00, setelah ayahnya membersihkan badan dan makan maida mengajak ayahnya ke ruang tamu dan menjelaskan panjang lebar akhirnya ayahnya juga mengijinkan, tapi tidak segampang itu sebelumnya ayahnya mempertimbangkan dulu.
            Sehari kemudian maida mengikuti tes beasiswa, maida tinggal menunggu hasilnya saja mungkin pengumumannya setelah kelulusan 3 hari lagi maida akan menerima apa pun itu hasilnya. Bibinya datang kerumah mengantarkan buku-buku bekas ia kuliah dulu. “bi meli ini untuk siapa?”, maida bingung kenapa bibinya  membawa buku bekas ke rumahnya. “ ih mai, ini kanbuat kamu! Ini buku bekas bibi kuliah dulu”, jelas bibinya. “yaAllah bibi aku kan belum tentu dapat beasiswanya”, maida heran bibinya antusias sekali. “bibi yakin mai, mai pasti dapat beasiswaya”. “yasudahlah”, percuma mengelak bibinya, maida mengambil bukunya dan disimpan di dalam kamar.
            Setelah tiga hari kelulusan maida lulus, pengumuman beasiswa hari ini maida datangh bersama kakaknya yang bernama Inez. Pengumumanya akan di sampaikan dan yang mendapatkan beasiswanya adalah tiga orang yang disebut pertama kali adalah maida, rasanya senang sekali maida rasakan maida menangis haru dan memeluk kakaknya, alangkah bahagianya saat ini. Maida pulang membawa kabar gembira pada keluarganya yang menanti maida, semua kularga maida senang mendengar maida berhasil mencapai keinginanya. Mungkin keberangkatannya sekitar dua hari lagi, waktu yang sangat singkat jika untuk menyiapkan barang-barang bawaannya.
            Hari selasa maida mengemas barang yang akan dibawa besok ia dibantu bibi dan kakaknya. “mai,buku yang bibi berikan disimpan dimana?”, Tanya bi meli. “mai simpan di kamar bi, ambil saja!”, maida mengemas beberapa baju kedalam koper, tak terasa ia sudah dewasa dan akan meninggalkan orang tuanya untuk kuliah ditambah lagi bukan kuliah di tempat yang dekat dengan rumahnya.
            Hari ini hari keberangkatan maida, berkat kesabaran dan ikhtiarnya akhirnya ia bias menginjakan kakinya di negeri para nabi, Allah memang Maha Menghendaki segala sesuatu. Beberapa jam duduk didalam pawat dan mendarat dengan selamat kini maida akan mulai menapa jejak di Kairo, Mesir. Ayah, ibu, kakak dan bibinya menyuruh maida mengabari jika sudah sampai, akhirnya maida mengabari dan memberitahu bahwa ia sudah sampai, maida berjanji akan belajar disini dengan sungguh-sungguh.
Cerpen Cerpen Reviewed by Unknown on 01.47 Rating: 5

1 komentar:

  1. Kak ini lebih dari 1000 kata atau nggak ? Soalnya dapet tugas bikin cerpen minimal 1000 kata :v

    BalasHapus

Gambar tema oleh luoman. Diberdayakan oleh Blogger.